Dadan Saputra, S.Pd., M.Si.
Dadan Saputra, adalah senior civil society practitioner, akademisi, dan governance professional dengan pengalaman lebih dari dua dekade dalam penguatan demokrasi, tata kelola publik, kebijakan pembangunan, transparansi, akuntabilitas, serta partisipasi warga negara di Indonesia. Sebagai anggota Perkumpulan Inisiatif, ia telah berkontribusi dalam berbagai inisiatif yang mendorong penguatan masyarakat sipil, social accountability, analisis kebijakan dan anggaran publik, advokasi kebijakan, serta pengembangan kapasitas masyarakat dan organisasi. Pengalaman panjang tersebut membentuk pemahaman yang kuat mengenai dinamika tata kelola di tingkat lokal dan nasional, sekaligus kemampuan untuk menjembatani perspektif masyarakat sipil dengan proses kebijakan dan pembangunan yang lebih inklusif, partisipatif, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Rekam jejak profesional Dadan mencerminkan pengalaman lintas sektor yang kuat antara masyarakat sipil, institusi publik, media, dan akademia. Ia pernah menjabat sebagai Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat periode 2012–2019, kemudian sebagai Komisioner Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat periode 2019–2023, dan saat ini dipercaya sebagai Wakil Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat periode 2024–2028. Dalam berbagai peran tersebut, ia berkontribusi pada penguatan keterbukaan informasi, akses masyarakat terhadap informasi publik, akuntabilitas kelembagaan, tata kelola komunikasi dan penyiaran, serta pengembangan ekosistem partisipasi publik. Pengalaman tersebut memberikan Dadan kapasitas strategis dalam memahami hubungan antara kebijakan publik, kelembagaan negara, komunikasi, hak warga negara, dan mekanisme akuntabilitas—kompetensi yang relevan bagi agenda good governance, institutional strengthening, democratic governance, dan citizen engagement.
Secara akademik, Dadan memiliki gelar Sarjana Pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Magister Ilmu Komunikasi dengan konsentrasi Komunikasi Politik dari Universitas Islam Bandung (UNISBA). Ia juga aktif sebagai akademisi di International Women University, dengan keterlibatan dalam pendidikan, penelitian, pengembangan pengetahuan, dan literasi publik. Kombinasi pengalaman praktis dalam gerakan masyarakat sipil, kebijakan dan pengawasan publik, komunikasi strategis, serta akademia menjadikannya memiliki multidisciplinary perspective dalam merancang dan mendukung intervensi pembangunan. Keahlian utamanya mencakup democratic governance, public policy and accountability, public information transparency, social accountability, strategic communication, civic participation, institutional strengthening, policy advocacy, dan civil society development, dengan orientasi profesional pada penguatan institusi publik yang akuntabel serta terciptanya ruang partisipasi masyarakat yang lebih bermakna dalam proses pembangunan.

